Sunday, February 9, 2014

Ternyata Jangkrik Yang Hanya Dianggap Hama Punya Nilai Ekonomis Tinggi

BANDA ACEH - Jangkrik yang dikenal sebagai hewan musim hujan ini ternyata memiliki prospek bisnis yang cukup bagus. Sejumlah pedagang makanan hewan peliharaaan menuturkan, permintaan terhadap jangkrik di Banda Aceh sangat tinggi. Jangkrik memang dijadikan sebagai pakan hewan peliharaan seperti ikan hias dan burung.

“Saya bisa menjual minimal dua sampai tiga kilogram sehari,” ucap salah seorang pedagang, Abdullah, kepada Serambi, Kamis (21/3).

Harga jangkrik lumayan mahal, yaitu mencapai Rp 150.000 per kilogram. “Jika persediaan jangkrik putus, maka harga bisa mencapai Rp 300.000 per kilogram,” sebut Abdullah.

Meskipun membudidayakan jangkrik itu cukup mudah, tetapi hampir sebagian besar kebutuhan jangkrik di Banda Aceh dipasok dari luar Aceh.

“Di Banda Aceh saat ini memang sudah mulai ada yang mengembangbiakkan jangkrik, namun jumlahnya sangat sedikit sehingga tidak mencukupi permintaan pasar,” katanya.

Abdullah menambahkan, pembudidayaan jangkrik memiliki prospek bisnis yang menjanjikan. “Jika di Banda Aceh sudah ada yang melakukan usaha ini, maka kami tidak perlu lagi memesan dari luar Aceh. Selain itu harganya pun akan lebih murah,” ujanya.(s)

sumber: http://aceh.tribunnews.com/2013/03/23/jangkrik-punya-nilai-ekonomis-tinggi


Thursday, February 6, 2014

Memberi Makan Pepaya Untuk Anak Jangkrik Umur 1 Minggu

memberi mkan pepaya mangkal untuk anak jangkrik umur 1 minggu kadang tidak mudah. sering mucul beberapa masala: 
pepaya yang menjadi lembek dan berjamur
dalam kandang jangkrik
  • anak jangkrik yang masih kecil (seukuran semut gula) sering lengket pada getah pepaya. akhibatnya anak jangkrik tersebut jadi mati menempel pada makanannya. 
  • pepaya sering menjadi lembek. hal ini di pengaruhi suhu dalam kota kandang jangkrik, dan proses penyemprotan. sehingga tak jarang pepaya yang kita taruh sebagai pakan jangjrik menjadi lembek. akhibatnya anak jangkrik banyak yang mati menempel pada pepaya tesebut. belum lagi masalah jamur yang tumbuh pada pepaya membuat sumber penyakit bagi baby jangkrik.
hal ini tentunya menjadi masalah bagi para peternak jangkrik, karena dapat membuat populasi jangkrik ternak nya menyusut dengan cwpat. hal serupa diatas pernah saya alami sebagai pemula ternak jangkrik. 
saya menempatkan pepaya sebagai pakan anakan jangkri percobaan saya yang pertama. Saya lihat banyak anak jangrik umur 3 hari yang menempel pada pepaya tersebut. saya peratikan klo anak jangkeik tersebut rupanya menempel pada getah pepaya yang baru di iris tersebu. 
selajutnya pepaya saya cuci sulu biar hilang getahnya. saya tempat kan dalam kandang jangkrik. pertama siah aman gak ada masalah banyak anak jangkrik kecil yang langsung menyerbu itu pepaya.. esok nya saya lihat pepaya tersebut sudah berubah menjadi lembek dan mulai berjamur. banyak anak jangkrik kecil yang menempel mati pad pepaya tersebut. 

pakan jangkrik sedang di angin-anginkan
setelah mikir - mikir putar otak dan tanya sana sini. akhirnya ada seorang kawan berbaik hati memberikan saya sedikit ilmu yang berharga sekali.. 
sikawan menyarankan supaya pepaya tersebut di sergrai atau di angin - anginkan dulu 2 - 3 jam di atas kertas koran, baru di letakkan dalam kandang jangkrik. gunanya untuk mengeringkan getah yang keluar dari irisan pepaya..saya mencobanya dan alhamdulillah berhasil.. 



terimakasih buat kawan yang telah membagi ilmu buat saya.. dan saya ingin membagikan ilmu Nya kepada semua peternak jangkrik.. salam krik krik..... semoga bermamfaat. 

Saturday, February 1, 2014

Mengurangi Saling Makan Anak Jangkrik Baru Mmenetas

menutup telur jangkrik yang dalam proses penetasan dengan daun pisang



anak jangkrik yang baru menetas biasanya sangat rakus. tak jarang kalau anak jangkrik yang baru menetas tersebut memakan saudaranya kandungnya sendiri.. hehehehe manusia juga kadang gtu ya.. makan teman, saudara, atau tetangga. kembali ke jangkrik. untuk mengatasi hal tersebut peternak jangkrik tentunya harus menyedikan pakan yang cukup untuk tu si baby jangkrik.. biasanya kevanyakan peternak memberikan makanan ayam cap 511. giluran saya yang tes. belumpun keluar dari lipatan kaintempat penetasan tu jangkrik udah saling makan aja. usut punya usut setelah googeling kesana kemri ada yang saranin untuk mengusir anak jangkrik yang sudah menetes. ya tunggu apa lagi langsung aja saya perktekin. eh malah banyak yang mati kejepit tangansendiri.. kasihan tu jangkrik.. setalah setenfah hari meratiin aktifitas baby jang krik.. akhirnya dapat ilham. buat nutupin telur jangkrik sama daun pisang. ternya berhasil. selain dapat mengurangi sling makan. tu daun pisang mangkal. juga jadi pakanse kaligus pelembab ganti semprotan air. makin lama saya peratiin ternyata daun pisang tu juga jadi tempat sembunyi para jangkrik.. betul2 bermamfaat daun pisang tu ternyata..

sekian dulu yang sher penfalamannya. lainwaktu kalau ada pengalaman baru tak tulis lagi..

Friday, January 31, 2014

Merawat Anak Jangkrik Baru Menetas ( Umur 1 - 20 Hari )

Menpatkan pakan anak jangkrik umur 1 Hari

Anak jangkrik yang baru menetas sangat rentan terdap pengruh luar misalnya pengaruh cuaca, makanan, dan lingkungan di sekitarnya sampai pada usia kurang lebih 20 hari. Anak-anak jangkrik sampai kurang lebih umur satu minggu masih perlu beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggal mereka yang baru. Oleh sebab itu, kelembaban dan suhu udara di dalam kotak pembesaran harus dijaga agar sesuai dengan kebutuhan hidup anak-anak jangkrik tersebut.

Makanan yang diberikan pada masa awal pertumbuhan harus lunak dan mudah dicerna, misalnya daun Kangkung Muda, jagung muda, dan Togee. Makanan tersebut ditempatkan pada tempat yang mudah dipindah-pindahkan dan mudah diambil untuk diganti dengan makanan yang baru tanpa mengganggu anak-anak jangkrik tersebut. Tempat makan sebaiknya tidak pada satu tempat, tetapi ada beberapa tempat yang merata, serta penempatannya mudah di jangkau bayi jangkrik.

Kelemahan penempatan makanan di satu tempat saja adalah kemungkinan banyak anak jangkrik yang tidak mengetahui makanan yang disediakan. Apabila media penetasan diletakkan pada tempat yang luas, kemungkinan anak jangkrik yang sudah menetas langsung menyebar di seluruh permukaan kotak. Akibatnya, banyak anak jangkrik yang tidak mendapatkan makanan sehingga pertumbuhan tidak sama. Dalam jangka waktu kurang lebih tiga minggu, pertumbuhan anak jangkrik dalam satu kotak pembesaran tampak berbeda-beda.

Cara mengatasi pertumbuhan anak jangkrik yang berbeda-beda dalam satu kotak pembesaran adalah dengan menempatkan anak jangkrik yang baru saja menetas pada tempat yang lebih sempit, misalnya ember, sampai jangka waktu tertentu ( kurang lebih 15 hari ). Dengan cara demikian, makanan yang diberikan dapat dengan mudah diketahui oleh anak jangkrik secara keseluruhan sehingga pertumbuhan anak-anak jangkrik tersebut menjadi seragam. Pada minggu kedua, anak-anak jangkrik tersebut dapat dipindahkan pada tempat yang lebih luas, misalnya dipindahkan ke kotak pembesaran.

Makanan yang diperlukan pada masa-masa pertumbuhan awal anak jangkrik adalah jenis makanan yang bersifat merangsang pertumbuhan. Makanan yang diberikan tersebut harus mengandung nutrisi dengan kandungan beberapa unsur yang dibutuhkan oleh anak jangkrik, misalnya unsur karbohidrat, protein, dan lemak. Unsur karbohidrat dapat diperoleh melalui jenis makanan yang banyak terdapat pada umbi-umbian. Unsur protein dan lemak dapat diperoleh melalui makanan buatan yang berasal dari tepung beras merah, kacang hijau, jagung, kedelai dengan kandungan protein 20% dan lemak 8%.

Pemberian makan umbi-umbian pada anak jangkrik usia dini, sebaiknya menunggu setelah anak jangkrik berumur kurang lebih satu minggu. Pemberian makan dapat dengan cara memotong-motong umbi tipis-tipis dan dijemur pada terik matahari selama satu hari, kemudian diberikan pada anak jangkrik. Jika direbus terlebih dahulu, umbi-umbian tersebut dipotong tipis-tipis dahulu kemudian diberikan pada anak jangkrik. Makanan yang diberikan harus cukup dan setiap hari harus diganti dengan makanan yang baru. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan pada sore hari menjelang malam karena jangkrik termasuk binatang malam dan menjalankan aktivitasnya pada malam hari, termasuk mencari makanan. Sedangkan pada siang hari, jangkrik lebih banyak beristirahat dan tidur ditempat-tempat yang tersembunyi. Oleh karena itu, pemberian makanan pada siang hari justru akan mengganggu jangkrik yang sedang beristirahat atau tidur.

Sisa-sisa makanan harus segera diambil dan dibuang agar tidak mencemari lingkungan kotak pembesaran. Sedangkan pemberian tepung biji-bijian dapat diberikan sejak awal anak jangkrik mulai makan. Makanan dari tepung biji-bijian tersebut dapat ditambahkan beberapa lembar daun sawi atau daun kubis untuk memenuhi kebutuhan akan sayuran dan air minum.